Serba/i
Seorang tukang kayu tua berniat hendak pensiun dari pekerjaannya. Ia merasa lelah, ingin istirahat dan menikmati hari tua bersama keluarganya. Hal tersebut ia ajukan kepada majikannya. Sang majikan sedih lantaran bakal kehilangan salah seorang karyawan terbaiknya. Ia berkata, "Sebelum berhenti, maukah kau membuatkan sebuah rumah bagiku?", pintanya. Meski terpaksa tukang kayu itupun mengangguk setuju. Tetapi kemampuannya tidak benar-benar dicurahkan. Ogah-ogahan dia mengerjakan perintah tersebut. Bahan-bahan yang digunakan pun cuma sekadarnya. Akhirnya rumah tersebut selesai, namun bukan rumah yang bagus. Sayang, kariernya tidak diakhiri dengan prestasi yang mengagumkan. Ketika sang majikan datang ke rumah tersebut, ia menyerahkan kunci padanya. "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku." katanya. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Malu dan sesal berbaur menjadi satu. Bila tau bahwa rumah itu untuk dirinya, tentu saja ia akan membuatnya dengan sepenuh hati. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tidaj terlalu bagus hasil karyanya sendiri. (Formasi) |

0 Comments:
Post a Comment
<< Home